MAHASISWA selalu menjadi
bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Roda sejarah demokrasi selalu menyertakan
mahasiswa sebagai pelopor, penggerak, bahkan sebagai pengambil keputusan. Pemikiran
kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para
mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat
realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk
memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa.
Tidak dapat dipungkiri bila generasi muda khususnya para mahasiswa, selalu
dihadapkan pada permasalahan global. Setiap ada perubahan, mahasiswa selalu
tampil sebagai kekuatan pelopor, kekuatan moral dan kekuatan pendobrak untuk
melahirkan perubahan. Oleh karena itu kiranya sudah cukup mendesak untuk segera
dilakukan penataan seputar kehidupan mahasiswa tersebut.
Dalam sejarahnya mahasiswa
merupakan kelompok dalam kelas menengah yang kritis dan selalu mencoba memahami
apa yang terjadi di masyarakat. Bahkan di zaman kolonial, mahasiswa menjadi
kelompok elite paling terdidik yang harus diakui kemudian telah mencetak
sejarah bahkan mengantarkan Indonseia ke gerbang kemerdekaannya.
Mahasiswa memiliki agenda dan garis perjuangan yang
berbeda dengan mahasiswa lainnya. Sekarang ini mahasiswa menghadapi pluralitas
gerakan yang sangat besar. Meski begitu, setidaknya mahasiswa masih memiliki
idealisme untuk memperjuangkan nasib rakyat di daerahnya masing-masing.
Mahasiswa sudah telanjur dikenal masyarakat sebagai agent
of change, agent of modernization, atau agen-agen yang lain. Hal ini memberikan konsekuensi logis kepada mahasiswa untuk bertindak dan
berbuat sesuai dengan gelar yang disandangnya. Mahasiswa harus tetap memiliki
sikap kritis, dengan mencoba menelusuri permasalahan sampai ke akar-akarnya.
Dengan adanya sikap kritis dalam diri mahasiswa
diharapkan akan timbul sikap korektif terhadap kondisi yang sedang berjalan.
Pemikiran prospektif ke arah masa depan harus hinggap dalam pola pikir setiap
mahasiswa. Sebaliknya, pemikiran konservatif pro-status quo harus
dihindari.
Mahasiswa harus menyadari,
ada banyak hal di negara ini yang harus diluruskan dan diperbaiki. Kepedulian
terhadap negara dan komitmen terhadap nasib bangsa di masa depan harus
diinterpretasikan oleh mahasiswa ke dalam hal-hal yang positif. Tidak bisa
dimungkiri, mahasiswa sebagai social control terkadang juga kurang
mengontrol dirinya sendiri. Sehingga mahasiswa harus menghindari tindakan dan
sikap yang dapat merusak status yang disandangnya, termasuk sikap
hedonis-materialis yang banyak menghinggapi mahasiswa.
Kepedulian dan nasionalisme terhadap bangsa dapat pula
ditunjukkan dengan keseriusan menimba ilmu di bangku kuliah. Mahasiswa dapat
mengasah keahlian dan spesialisasi pada bidang ilmu yang mereka pelajari di
perguruan tinggi, agar dapat meluruskan berbagai ketimpangan sosial ketika
terjun di masyarakat kelak.
Peran dan fungsi mahasiswa
dapat ditunjukkan secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang
diperjuangkan. Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap
tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa. Sikap kritis harus tetap ada dalam diri
mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah berbagai penyelewengan yang
terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan. Dengan begitu,
mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial dan solidaritas
kerakyatan.
Peran Lembaga Kemahasiswaan
cukup signifikan, baik untuk lingkup nasional, regional maupun internal kampus
itu sendiri. Ke depan, peran strategis ini seharusnya juga dimainkan oleh
lembaga-lembaga formal kampus lainnya seperti pers mahasiswa, atau kelompok
studi profesi.
Fakta membuktikan, dinamika kehidupan
bangsa dan mahasiswa pada umumnya banyak dimotori oleh tipe pemimpin dan
aktivis ini. Meskipun secara kuantitas kecil tetapi mereka mampu menjadi
pendorong dan agen utama perubahan dan dinamika kehidupan kampus. Sebagian
mereka karena telah terlatih menjadi pemimpin dan aktivis, maka tidak sulit
setelah selesai pada akhirnya mereka juga menjadi pemimpin dan aktivis setelah
terjun di masyarakat dan pemerintahan.