Sudah beberapa pemimpin negeri ini berganti,
begitupun juga dengan peta percaturan politik negeri yang juga silih berganti
kini Indonesia telah merdeka selama 71 tahun namun tetap saja politik dinegeri
ini belum dapat menjadi apa yang kita harapkan.
Dalam sejarah Indonesia, perkembangan sistim politik mengalamai pasang
surut. Diatas kertas negeri ini memiliki ideology yang dinilai ideal namun pada
kenyataannya tidak demikian.
Suatu sistem politik merupakan wadah insan politik
dan melakukan partisipasi, politik telah berjalan lama sejak berdirinya RI,
bahkan organisasi ini telah ada sebelum merdeka, sebagian besar masyarakat
beranggapan bahwa politik merupakan organisasi yang tidak sehat. Dijaman
sekarang banyak sekali pemimpin yang berpolitik dengan tidak berintegritas,
mereka pemimpin negeri ini menyalahgunakan jabatannya dengan tindakan yang
tidak berintegritas seperti menyuap, korupsi dan masih banyak lagi. Untuk
mengubah sistem politik Indonesia diperlukan pemimpin yang berintegritas dalam
berpolitik memiliki pribadi yang jujur dan
memiliki karakter kuat.
Politik cerdas berintegritas sangat diperlukan
didalam diri setiap orang bahkan pemimpin karena apabila semua orang memiliki
jiwa yang berintegritas maka pemerintahan bersih
dan bebas dari KKN, suap dan masih banyak lagi. integritas
seorang pemimpin atau politisi merupakan syarat penting untuk membangun
politik yang beradab. Dengan itu, masa depan politik negeri ini bisa dipastikan
akan maju. Tanpa moralitas dan integritas, sistem politik akan suram dan tak
akan pernah maju.
Politik secara umum yaitu sebuah
tahapan dimana untuk membentuk atau membangun posisi-posisi kekuasaan didalam
masyarakat yang berguna sebagai pengambil keputusan-keputusan yang terkait
dengan kondisi masyarakat. Politik menurut ahli aristoteles
adalah usaha yang ditempuh oleh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.
Hakikat politik merupakan sebuah usaha untuk mengelola dan menata sistem
pemerintahan untuk mewujudkan kepentingan atau cita-cita dari suatu Negara. Makna politik adalah sebuah perilaku atau
kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan kebijakan-kebijakan dalam
tatanan Negara agar dapat merealisasikan cita-cita Negara sesungguhnya,
sehingga mampu membangun dan membentuk Negara sesuai rules agar kebahagian
bersama didalam masyarakat disebuah Negara tersebut lebih mudah tercapai.
Integritas adalah suatu konsep
berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai,
metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan
berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang
jujur dan memiliki karakter kuat. Orang
yang memiliki integritas lebih menyukai proses yang benar untuk menghasilkan
sesuatu yang benar mereka adalah orang yang anti jalan pintas. Integritas merupakan kunci kemajuan
lembaga, karena maju mundurnya lembaga ditentukan oleh SDM nya, yang diharapkan
menjunjung integritas tinggi.
Sistem politik Indonesia saat ini mengalami pasang
surut karena banyak sekali pemimpin negeri ini yang kedapatan melakukan
tindakan korupsi dan suap. Tindakan seperti itu tidak mencerminkan bahwa pemimpin
tersebut tidak memiliki jiwa yang berintegritas dan apabila banyak sekali
ditemukan pemimpin yang tersangkut kasus KKN dan tidak memiliki jiwa yang
berintegritas maka masa depan negeri ini akan suram dan tidak akan maju karena
pemimpin merupakan perwakilan dari rakyat. Seharusnya pemimpin memperdulikan
rakyat, membantu rakyat bukan menggunakan uang rakyat untuk kepentingan
pribadi. Dalam persoalan seperti ini dapat dikatakan bahwa banyak pemimpin yang
tidak memiliki jiwa yang berintegritas.
Integritas itu penting bagi seorang pemimpin karena
Integritas adalah kualitas yang harus di lakukan oleh seorang pejabat
pemerintah. Dunia membutuhkan para pemimpin yang berpengaruh. Untuk mampu, memiliki
pengaruh setiap pemimpin harus memiliki Integritas. Integritas begitu amat
penting karena Integritas memberikan Kuasa kepada kata-kata kita, memberikan
kekuatan bagi rencana-rencana kita dan memberikan daya bagi tindakkan kita.
Dijaman sekarang banyak sekali pemimpin yang
tertangkap tangan melakukan penggelapan uang. Hal kecil dijalan raya polisi
lalu lintas memberikan tilangan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh warga,
banyak polisi yang mau menerima suap
dari warga dengan tujuan agar tidak ditilang dan di proses di pengadilan,
sehingga warga memberikan sejumlah uang untuk polisi. Polisi seharusnya tidak
menerima uang tersebut karena apabila orang tersebut benar telah bersalah
melanggar lalu lintas harus di proses di pengadilan dengan tujuan agar warga
tersebut tidak melakukan tindakan tersebut lagi. Polisi harus tegas dan
bijaksana untuk menyikapi warga yang ingin lolos dari hukum dan polisi harus
berbuat adil oleh siapapun. Negara Indonesia adalah Negara hukum maka setiap
orang yang bersalah harus dihukum sesuai dengan peraturan perundang – undangan
yang telah disusun di Undang – Undang Dasar 1945.
Saat ini marak kasus KPK yang menangkap Irman Gusman
Ketua DPD karena kasus suap kuota impor gula oleh Perum Bulog sebanyak 100 juta
pada sabtu, 17 September 2016. Irman Gusman sengaja menyalahgunakan kewenangannya
untuk kepentingan dirinya sendiri dan apabila ditelusuri lebih jauh banyak
sekali orang yang berada dibawah pemerintahan memanfaatkan untuk kepentingan
pribadi. KPK sudah sangat bagus untuk menangani kasus ini, KPK tidak pandang
bulu untuk menangkap dan menangani kasus ini. Dalam kasus ini Ketua DPD yaitu
Irman Gusman tidak memiliki jiwa yang berintegritas karena orang yang
berintegritas. Orang
yang berintegritas berarti berkarakter, berprinsip serta konsisten di dalam
menjalankan kehidupan. Seorang pemimpin yang berintegritas, tidak akan mudah
korupsi atau memperkaya diri dengan menyalahgunakan wewenang.
Dalam berpolitik diperlukan
seseorang yang berintegritas karena apabila banyak orang yang berintegritas
maka bangsa ini akan maju dan sebaliknya apabil banyak orang yang tidak
memiliki jiwa yang berintegritas maka masa depan bangsa ini akan suram. Integritas
merupakan kunci kemajuan lembaga, karena maju mundurnya lembaga ditentukan oleh
SDM nya, yang diharapkan menjunjung integritas tinggi. Seorang pemimpin yang
berintegritas, tidak akan mudah korupsi atau memperkaya diri dengan
menyalahgunakan wewenang.
Untuk tidak terjadi lagi kejadian
kasus korupsi maupun suap yang dilakukan oleh pemimpin Negara maka setiap
pemimpin dan setiap orang harus menumbuhkan rasa jujur, berprinsip dan
berkarakter pada dirinya masing – masing. Seorang
pemimpin dengan integritas tinggi selalu memegang setiap komitmen yang telah
dibuatnya atau telah disepakati bersama. Memelihara dan menjaga komitmen
merupakan suatu nilai yang dijungjung tinggi dan penuh tanggung jawab. Bagi
pemimpin yang berintegritas, komitmen adalah hal utama yang harus dipertahankan
apapun akibat dan berapapun risikonya.