Di era
global sekarang banyak pemimpin di negara ini yang lebih mementingkan diri
sendiri dalam kehidupan sosial bermasyarakat daripada pemimpin yang benar-benar
memperhatikan hak dan kebutuhan masyarakat. Pemimpin jaman sekarang justru
lebih memilih memperkaya diri sendiri dan kelompoknya, ataupun keluarganya. Hal
ini dapat dilihat dari begitu maraknya kasus korupsi yang terjadi di negara
ini. Sistem politik Indonesia saat ini telah mengalami pasang surut entah ini
merupakan suatu kewajaran dalam proses pendewasaan bangsa, atau memang sudah
tidak dapat lagi diubah sistem politik di negeri ini.
Sekarang
ini keadaan politik di Indonesia tidak seperti yang diinginkan. Banyak rakyat
beranggapan bahwa politik di Indonesia adalah sesuatu yang hanya mementingkan dan
merebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Pemerintah Indonesia pun
tidak mampu menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Kondisi politik saat ini yang terjadi di Indonesia justru
saling memperebutkan kekuasaan. Para penjabat yang memiliki kekuasaan telah
melupakan masyarakat. Kondisi politik di Indonesia sangatlah memprihatinkan. Para
pejabat masih saja sibuk mengurusi kursi jabatannya.
Politik
telah banyak mengalami penyempitan makna, demokrasi kehilangan substansi.
Politik diterjemahkan sebatas cara mencapai kekuasaan, dan kesempatan mengeruk
uang sebanyak mungkin. Politik sesungguhnya merupakan sarana mencapai kondisi
sosial masyarakat yang layak. Politik adalah usaha mencapai tatanan masyarakat
yang baik dan berkeadilan (Peter Merkl, 1967; dikutip dari Miriam Budiarjo,
2008, hlm. 15-16). Menurut Joice Mitchel, Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau
pembuatan kebijaksanaan umum untuk masyarakat seluruhnya. Secara umum politik adalah
sebuah perilaku atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk
mewujudkan kebijakan-kebijakan dalam tatanan Negara agar dapat merealisasikan
cita-cita Negara sesungguhnya, sehingga mampu membangun dan membentuk Negara
sesuai rules agar
kebahagian bersama didalam masyarakat disebuah Negara tersebut lebih mudah
tercapai.
Integritas
berarti mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh
sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran.
Seseorang yang memiliki integritas pribadi akan tampil penuh percaya diri,
anggun, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya hanya untuk
kesenangan sesaat. Orang yang memiliki integritas dan kejujuran adalah orang
yang merdeka. Mereka menunjukan keauntetikan dirinya sebagai orang yang
tanggung jawab dan berdedikasi. Orang-orang yang memiliki integritas mengatakan
kebenaran, dan orang-orang itu memegang kata-kata mereka. Mereka
bertanggung-jawab atas tindakan-tindakan mereka di masa lalu, mengakui
kesalahan mereka dan mengoreksinya. Mereka mengetahui hukum yang berlaku dalam
negara mereka, industri mereka dan perusahaan mereka – baik yang tersurat
maupun yang tersirat – dan mentaatinya.
Dalam berpolitik
diperlukan para pemimpin yang memiliki integritas karena untuk menunjang
majunya suatu bangsa kepada mereka telah dipercayakan kuasa yang begitu besar
atas diri orang-orang lain. Jadi, jika orang-orang yang dipimpin oleh mereka akan merasa
sangat dikecewakan apabila integritas para pemimpin mereka itu menjadi
menghilang dan sirna. Untuk mensejahterahkan bangsa ini dan masyarakat
diperlukan pemimpin yang memiliki integritas yang tinggi agar memajukan sistem
politik ke arah yang lebih baik bahkan bebas dari KKN.
Sekarang ini keadaan
politik di Indonesia tidak seperti yang diinginkan. Banyak rakyat beranggapan
bahwa politik di Indonesia adalah sesuatu yang hanya mementingkan dan merebut
kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Pemerintah Indonesia pun tidak mampu
menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat karena banyak ditemukan pemimpin
negara yang melanggar peraturan dan tidak menaati hukum. Sikap seperti itu
tidak mencerminkan adanya integritas didalam diri seorang pemimpin. Namun,
banyak juga pemimpin yang sudah berintegritas dalam arti tidak melakukan
tindakan yang melanggar aturan. Pemimpin seperti itulah yang seharusnya menjadi
pedoman bagi pemimpin lainnya untuk senantiasa bersikap jujur dan berkomitmen
karena pemimpin merupakan perwakilan rakyat. Rakyat yang seharusnya
disejahterakan bukan dikecewakan oleh pemimpin. Orang yang berintegritas ialah
orang yang punya prinsip, orang yang memiliki kepribadian yang teguh dan mempertahankannya
dengan konsisten. Orang yang memiliki integritas tetap terjaga dari hal-hal
yang merugikan serta menyimpang dari tujuan mulia.
Di Indonesia banyak
sekali kasus korupsi dan suap, korupsi dan suap sudah menjadi ciri khas di
Indonesia. Kasus korupsi dan suap dari tahun ketahun semakin bertambah dan
lebih parah kasus korupsi dilakukan oleh pejabat – pejabat Negara. Pejabat yang
seharusnya melindungi dan mensejahterahkan rakyatnya. Seperti halnya kasus suap
yang dilakukan oleh pengacara Saipul Jamil yaitu Kasman
Sangaj dan Berthanatalia untuk Panitera
Pengadilan Negeri Jakarta Utara yaitu Rohadi dengan tujuan agar membantu
meringankan vonis perkara cabul yang menjerat Saipul Jamil. Uang suap itu
sebesar 300 juta. Banyak juga pejabat publik yang tersangkut kasus korupsi
sebut saja kasus Hambalang, Simulator SIM dan impor daging sapi mereka juga
meneriakkan hal yang sama pada saat mereka melakukan kampanye yaitu berantas
korupsi. Miris mendengar pejabat yang dipilih dan seharusnya menjadi figur panutan
rakyat justru mereka tersangkut korupsi. Terlepas dari semua itu korupsi adalah
kejahatan yang harus diberantas. Dalam kasus ini sudah terungkap bahwa pejabat
tersebut tidak memiliki integritas dalam dirinya, sehingga mampu melanggar
peraturan bahkan menentang hukum. Integritas pejabat publik sangat diperlukan
untuk membaharuhi institusi, sistem birokasi, dan membrantas korupsi.
Untuk menanggulangi
kasus yang sama, maka pemimpin harus diberikan materi pendidikan politik
berintegritas dengan tujuan membangun Negara Indonesia yang lebih beradab dan
berintegritas. Selain itu, pemuda pemudi juga harus menumbuhkan jiwa yang
berintegritas agar ketika sudah menjadi pemimpin akan terbiasa karena pemuda
pemudilah yang kelak esok akan menjadi pemimpin bangsa. Jiwa beintegritas dapat
ditumbuhkan dalam kehidupan sehari – hari misalnya dalam kesaharian senantiasa
jujur, berkomitmen, dan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah
serta tidak terjerumus kepada perbuatan yang salah. Apabila pemimpin melakukan
tindakan yang melanggar peraturan serta tidak menaati hukum maka langsung
diberikan sanksi yang tegas untuk pelaku yang melanggar hukum karena sanksi
harus ditegakkan dengan adil dan benar dan tidak memandang status sosial. Dengan
demikian hukum harus adil untuk ditegakkan agar tidak terjadi masalah-masalah
yang sepele. Maka dengan itu semua harus adil tidak memandang siapa dan apa
pekerjaan serta jabatan yang di emban, apabila salah maka harus diberikan
hukuman yang adil, tidak malah diloloskan karena sungkan untuk memberikan
keadilan. Keadilan harus ditegakkan tidak dengan memandang siapa yang salah dan
benar tetapi melihat permasalahan yang ada harus disesuaikan tidak diloloskan
begitu saja.
Gerakan
berpolitik mahasiswa saat ini kerap ditunjukkan dengan gerakan suatu aksi
dengan turun ke jalan. Dalam melakukan gerakan tersebut, kepedulian mahasiswa
akan masalah dan situasi politik harus bertumpu pada idealisme kerakyatan,
yaitu mengkritisi peran atau kebijakan penguasa yang tidak sesuai dengan aspirasi
rakyat dengan memberikan solusinya. Namun masih banyak ditemukan mahasiswa yang
malas untuk terjun dalam dunia politik karena kurangnya kesadaran berpolitik di
kalangan mahasiswa. Sebagai generasi yang tingkat pendidikannya tinggi,
Mahasiswa harus perperan ikut mengawasi untuk memastikan dinamika politik
menjurus ke arah yang sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Mahasiswa diharapkan
dapat terjun ke arena politik dalam rangka berpartisipasi dalam pengawasan,
formulasi, serta implementasi kebijakan pemerintah. Demi terwujudnya masyarakat
Indonesia yang sejahtera, makmur dan berkeadilan secara demokratis.
Kondisi politik
Indonesia saat ini belum menjadi yang diharapkan. Pemerintah Indonesia tidak
mampu menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Kondisi politik saat ini yang terjadi di Indonesia justru
saling memperebutkan kekuasaan. Politik telah banyak
mengalami penyempitan makna, demokrasi kehilangan substansi. Politik
diterjemahkan sebatas cara mencapai kekuasaan, dan kesempatan mengeruk uang
sebanyak mungkin. Seseorang yang memiliki
integritas pribadi akan tampil penuh percaya diri, anggun, tidak mudah
terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya hanya untuk kesenangan sesaat. Integritas
pejabat publik sangat diperlukan untuk membaharuhi institusi, sistem birokasi,
dan membrantas korupsi. Para generasi muda
Indonesia haruslah diperkenalkan dengan politik yang sebenarnya, agar
dikemudian hari mereka dapat menjadi generasi baru yang lebih bertanggung
jawab. Sehingga kondisi bangsa ini tidak terus terpuruk akibat politik tidak
bertanggungjawab para pejabat sekarang.