Rabu, 28 September 2016

Membangun Politik Cerdas Berintegritas

Sudah beberapa pemimpin negeri ini berganti, begitupun juga dengan peta percaturan politik negeri yang juga silih berganti kini Indonesia telah merdeka selama 71 tahun namun tetap saja politik dinegeri ini belum dapat menjadi apa yang kita harapkan.  Dalam sejarah Indonesia, perkembangan sistim politik mengalamai pasang surut. Diatas kertas negeri ini memiliki ideology yang dinilai ideal namun pada kenyataannya tidak demikian.

Suatu sistem politik merupakan wadah insan politik dan melakukan partisipasi, politik telah berjalan lama sejak berdirinya RI, bahkan organisasi ini telah ada sebelum merdeka, sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa politik merupakan organisasi yang tidak sehat. Dijaman sekarang banyak sekali pemimpin yang berpolitik dengan tidak berintegritas, mereka pemimpin negeri ini menyalahgunakan jabatannya dengan tindakan yang tidak berintegritas seperti menyuap, korupsi dan masih banyak lagi. Untuk mengubah sistem politik Indonesia diperlukan pemimpin yang berintegritas dalam berpolitik memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat.

Politik cerdas berintegritas sangat diperlukan didalam diri setiap orang bahkan pemimpin karena apabila semua orang memiliki jiwa yang berintegritas maka pemerintahan bersih dan bebas dari KKN, suap dan masih banyak lagi. integritas seorang pemimpin atau politisi merupakan syarat penting untuk membangun politik yang beradab. Dengan itu, masa depan politik negeri ini bisa dipastikan akan maju. Tanpa moralitas dan integritas, sistem politik akan suram dan tak akan pernah maju.

Politik secara umum yaitu sebuah tahapan dimana untuk membentuk atau membangun posisi-posisi kekuasaan didalam masyarakat yang berguna sebagai pengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan kondisi masyarakat. Politik menurut ahli aristoteles adalah usaha yang ditempuh oleh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Hakikat politik merupakan sebuah usaha untuk mengelola dan menata sistem pemerintahan untuk mewujudkan kepentingan atau cita-cita dari suatu Negara.  Makna politik adalah sebuah perilaku atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan kebijakan-kebijakan dalam tatanan Negara agar dapat merealisasikan cita-cita Negara sesungguhnya, sehingga mampu membangun dan membentuk Negara sesuai rules agar kebahagian bersama didalam masyarakat disebuah Negara tersebut lebih mudah tercapai.

Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat. Orang yang memiliki integritas lebih menyukai proses yang benar untuk menghasilkan sesuatu yang benar mereka adalah orang yang anti jalan pintas.  Integritas merupakan kunci kemajuan lembaga, karena maju mundurnya lembaga ditentukan oleh SDM nya, yang diharapkan menjunjung integritas tinggi.

Sistem politik Indonesia saat ini mengalami pasang surut karena banyak sekali pemimpin negeri ini yang kedapatan melakukan tindakan korupsi dan suap. Tindakan seperti itu tidak mencerminkan bahwa pemimpin tersebut tidak memiliki jiwa yang berintegritas dan apabila banyak sekali ditemukan pemimpin yang tersangkut kasus KKN dan tidak memiliki jiwa yang berintegritas maka masa depan negeri ini akan suram dan tidak akan maju karena pemimpin merupakan perwakilan dari rakyat. Seharusnya pemimpin memperdulikan rakyat, membantu rakyat bukan menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi. Dalam persoalan seperti ini dapat dikatakan bahwa banyak pemimpin yang tidak memiliki jiwa yang berintegritas.

Integritas itu penting bagi seorang pemimpin karena Integritas adalah kualitas yang harus di lakukan oleh seorang pejabat pemerintah. Dunia membutuhkan para pemimpin yang berpengaruh. Untuk mampu, memiliki pengaruh setiap pemimpin harus memiliki Integritas. Integritas begitu amat penting karena Integritas memberikan Kuasa kepada kata-kata kita, memberikan kekuatan bagi rencana-rencana kita dan memberikan daya bagi tindakkan kita.

Dijaman sekarang banyak sekali pemimpin yang tertangkap tangan melakukan penggelapan uang. Hal kecil dijalan raya polisi lalu lintas memberikan tilangan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh warga, banyak polisi yang mau  menerima suap dari warga dengan tujuan agar tidak ditilang dan di proses di pengadilan, sehingga warga memberikan sejumlah uang untuk polisi. Polisi seharusnya tidak menerima uang tersebut karena apabila orang tersebut benar telah bersalah melanggar lalu lintas harus di proses di pengadilan dengan tujuan agar warga tersebut tidak melakukan tindakan tersebut lagi. Polisi harus tegas dan bijaksana untuk menyikapi warga yang ingin lolos dari hukum dan polisi harus berbuat adil oleh siapapun. Negara Indonesia adalah Negara hukum maka setiap orang yang bersalah harus dihukum sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang telah disusun di Undang – Undang Dasar 1945.

Saat ini marak kasus KPK yang menangkap Irman Gusman Ketua DPD karena kasus suap kuota impor gula oleh Perum Bulog sebanyak 100 juta pada sabtu, 17 September 2016. Irman Gusman sengaja menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan dirinya sendiri dan apabila ditelusuri lebih jauh banyak sekali orang yang berada dibawah pemerintahan memanfaatkan untuk kepentingan pribadi. KPK sudah sangat bagus untuk menangani kasus ini, KPK tidak pandang bulu untuk menangkap dan menangani kasus ini. Dalam kasus ini Ketua DPD yaitu Irman Gusman tidak memiliki jiwa yang berintegritas karena orang yang berintegritas.  Orang yang berintegritas berarti berkarakter, berprinsip serta konsisten di dalam menjalankan kehidupan. Seorang pemimpin yang berintegritas, tidak akan mudah korupsi atau memperkaya diri dengan menyalahgunakan wewenang.

Dalam berpolitik diperlukan seseorang yang berintegritas karena apabila banyak orang yang berintegritas maka bangsa ini akan maju dan sebaliknya apabil banyak orang yang tidak memiliki jiwa yang berintegritas maka masa depan bangsa ini akan suram. Integritas merupakan kunci kemajuan lembaga, karena maju mundurnya lembaga ditentukan oleh SDM nya, yang diharapkan menjunjung integritas tinggi. Seorang pemimpin yang berintegritas, tidak akan mudah korupsi atau memperkaya diri dengan menyalahgunakan wewenang.

Untuk tidak terjadi lagi kejadian kasus korupsi maupun suap yang dilakukan oleh pemimpin Negara maka setiap pemimpin dan setiap orang harus menumbuhkan rasa jujur, berprinsip dan berkarakter pada dirinya masing – masing.  Seorang pemimpin dengan integritas tinggi selalu memegang setiap komitmen yang telah dibuatnya atau telah disepakati bersama. Memelihara dan menjaga komitmen merupakan suatu nilai yang dijungjung tinggi dan penuh tanggung jawab. Bagi pemimpin yang berintegritas, komitmen adalah hal utama yang harus dipertahankan apapun akibat dan berapapun risikonya.

Sebagai mahasiswa berpolitik di dalam organisasi (organizational politics) dengan memfokuskan perhatian pada tiga konsep yaitu interes t(kepentingan), konflik, dan kekuasaan (power). Interest (kepentingan) adalah kecenderungan meraih sasaran, nilai, kehendak, harapan, dan kecenderungan lainnya yang membuat orang bertindak dengan satu cara ketimbang lainnya. Politik organisasi haruslah dimanfaatkan untuk membangun hubungan kerja yang solid disebuah organisasi. Permainan politik organisasi yang berlebihan atau terlalu asyik, dan lupa bahwa semua orang harus bersatupadu dalam mewujudkan kinerja terbaik, akan membuat kinerja organisasi turun. Politik organisasi haruslah selalu berjalan dalam koridor moral dan etika. Membangun hubungan positif haruslah menjadi prioritas. Jauhkan perilaku tidak etis dari ruang politik organisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar